Kalau Sakit di Jepang, Cukup Berobat ke Klinik

ikuzoLifestyleLeave a Comment

Sakit bisa menjadi sangat sulit, terutama jika kita tinggal di negara asing. Dengan canggihnya teknologi di Jepang, kita pastinya beranggapan bahwa rumah sakit besar di sana harusnya lengkap dengan alat-alat kedokteran yang mutakhir.

Namun, perlu kalian ketahui, jika kalian merasa tidak enak badan, cukup dengan mendatangi klinik terdekat. Di sini, staf akan menanyakan tentang kartu asuransi, lalu kalian akan diminta untuk mengisi form informasi dasar tentang kesehatan kalian untuk pembuatan kartu berobat. Setelah menunggu antrean, kalian akan segera diperiksa oleh dokternya. Di kota-kota kecil pun klinik sudah menjamur dan bisa kalian temukan dimanapun. Selain itu, beberapa rumah sakit dan klinik di Jepang juga memiliki staf berbahasa Inggris.

Di Jepang, seorang dokter biasanya dipanggil dengan sensei, dengan tampilan khas meja kerja dokter yang penuh dengan buku-buku tebal, alat-alat medis kecil, serta kertas-kertas tulisan yang sulit dibaca. Pemeriksaan akan berlangsung dengan pengecekan bagian-bagian tubuh secara detail dan memakan waktu cukup lama. Selesai menjalani pemeriksaan, kalian akan mendapatkan Shohou-sen, kertas berupa resep obat yang harus diminum dan kalian harus membayar biaya berobat.

Pergi berobat di klinik di Jepang tentu tidak murah. Namun, dengan adanya sistem asuransi kesehatan di Jepang, kalian bisa mendapatkan diskon untuk diagnosis yang menjadi satu paket dengan obat-obatan yang didapatkan dari apotek. Tunjukan Shohou-sen kepada staf farmasi di Chouzai Yakkyoku (apotek tempat kita dapat mengambil obat). Staf akan meminta kita mengisi form dan memberikan catatan Okusuri Techo (panduan tentang obat yang akan kita minum). Dan kalian tidak perlu lagi membayar untuk obat ini karena sudah termasuk biaya berobat sebelumnya.

Jaminan kesehatan untuk anak-anak dijamin oleh pemerintah hingga mereka masuk ke SMP, ketentuan banyaknya biaya bantuan dan batas bantuan diberikan biasanya tergantung kebijakan masing-masing kota. Jika kalian pekerja, bisa menggunakan asuransi kesehatan dari perusahaan, namun jika kalian adalah pelajar atau sedang berlibur sementara di Jepang, kalian bisa menggunakan asuransi kesehatan nasional. Namun, perlu diingat bahwa pembelian obat di toko obat umum selain apotek atas petunjuk dokter tidak dapat menggunakan asuransi.

Di Jepang, biasanya dalam satu klinik ada satu dokter spesialis, misalnya klinik spesialis mata, klinik spesialis gigi, klinik spesialis anak, dan sebagainya. Dan klinik-klinik ini biasanya tampilannya cukup sedehana seperti rumah biasa, jauh dari kesan mewah tapi terlihat sangat bersih! Orang miskin, menengah dan kaya pun biasanya berobat ke klinik. Pelayanannya sangat cepat dan tidak money-oriented karena ada jaminan dari pemerintah. Satu hal lagi yang cukup unik di Jepang, bahwa setiap klinik itu selalu berikut dengan apoteknya, sistem ini benar-benar memudahkan kita sebagai pasien yang harus segera menebus obat.

Dan untuk klinik anak yang tentunya pasiennya adalah anak-anak kecil. Biasanya ada seorang suster yang menunggu anak bermain, dan suster itu pergi setelah si ibu selesai periksakan anaknya yang lain. Hal kecil ini tentu sangat membantu para ibu yang mengantar berobat anaknya yang sakit, namun juga memiliki anak lainnya yang tidak bisa ditinggal. Ruang tunggu klinik di Jepang juga biasanya dilengkapi dengan mainan yang sifatnya mendidik, dan tentunya buku-buku dari segala kalangan usia yang cukup membuat kita, terutama anak-anak yang menunggu tidak dihinggapi rasa bosan.

Sedangkan untuk berobat di rumah sakit besar, prosedurnya lumayan merepotkan untuk urusan administasinya dan harus ada rekomendasi dari klinik. Karena itu, jika ada pasien yang membutuhkan pertolongan pertama atau hanya sakit ringan, disarankan untuk dibawa ke klinik terdekat untuk ditangani lebih cepat. Namun, kalau ada rekomendasi untuk pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit besar, barulah rumah sakit besar yang akan turun tangan.

Pergantian musim dan cuaca di Jepang juga ternyata dapat menimbulkan penyakit musiman, lho mina-san. Paling sering terjadi pada Tsuyu, waktu dimana hujan turun seharian. Makanan yang segar pun jadi cepat basi pada musim panas, sehingga akan menimbulkan banyak kasus keracunan. Sementara pada bulan April sampai Mei biasanya banyak kasus demam dan alergi. Untuk kasus influenza biasanya muncul di awal November, saat musim dingin menyapa Jepang. Apalagi di tengah cuaca ekstrim akibat pemanasan global yang terjadi di seluruh dunia, kalian harus menyiapkan beberapa obat untuk mengantisipasi beberapa penyakit musiman ini.

sumber : nippon (gambar), kompasiana, ohayojepang.kompas, jalan2kejepang (info)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.